ASUS Vivobook: Seri, Kegunaan, dan Cara Memilih Model yang Tepat

1 Oktober 2026 ± 5 menit baca LihatHarga.id
ASUS Vivobook: Seri, Kegunaan, dan Cara Memilih Model yang Tepat

ASUS Vivobook: Seri, Kegunaan, dan Cara Memilih Model yang Tepat

Memilih laptop ASUS Vivobook tidak cukup dengan melihat nama serinya. Di Indonesia, keluarga Vivobook mencakup laptop OLED berharga lebih terjangkau, model serbaguna untuk kerja dan belajar, laptop tipis dengan platform Intel, AMD, atau Snapdragon, hingga Vivobook Pro dengan GPU RTX 4050. Pilihan yang tepat bergantung pada kebutuhan utama: anggaran, mobilitas, jenis aplikasi, kualitas layar, kapasitas penyimpanan, dan kebutuhan grafis.

Bandingkan juga cara membaca harga sebelum menentukan pilihan.

Bagaimana pembagian seri ASUS Vivobook?

Secara praktis, lini Vivobook dapat dibaca sebagai beberapa kelas. Vivobook Go menyasar pengguna yang ingin laptop dengan harga lebih rendah dan fitur layar menarik. Vivobook 14 cocok untuk pekerjaan umum, kuliah, dan produktivitas. Seri Vivobook S lebih menonjolkan desain tipis, mobilitas, layar OLED pada varian tertentu, serta platform prosesor yang lebih baru. Sementara itu, Vivobook Pro ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan performa grafis lebih tinggi untuk pekerjaan kreatif atau gaming tertentu.

Nama seri saja belum cukup untuk menentukan harga atau kemampuan. Contohnya, Vivobook S14 M3407 dan S14 S3407QA sama-sama menggunakan nama S14, tetapi memakai platform prosesor berbeda. Jenis layar, kapasitas RAM, SSD, dan sistem operasi juga dapat membuat selisih harga cukup besar.

Lihat panduan memilih produk agar spesifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Model ASUS Vivobook mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda?

ASUS Vivobook Go 15 OLED E1504F untuk anggaran lebih rendah

Harga yang tercantum untuk varian dengan AMD Ryzen 5 7520U berada di sekitar Rp8.999.000, sedangkan varian AMD Ryzen 3 7320U sekitar Rp9.499.000. Karena harga kedua konfigurasi dapat dipengaruhi oleh penawaran dan paket penjualan, periksa kembali prosesor yang tercantum sebelum membeli. Bobotnya sekitar 1,63 kg, sehingga layar 15,6 inci memberikan ruang kerja lebih luas, tetapi mobilitasnya tidak seringan model 14 inci.

Vivobook Go 15 OLED lebih sesuai untuk dokumen, kuliah, hiburan, dan pekerjaan harian. Layar OLED tidak otomatis menjadikannya laptop untuk pekerjaan grafis profesional atau gaming berat karena kemampuan tersebut tetap bergantung pada prosesor dan grafis terintegrasi.

ASUS Vivobook 14 M1407 untuk kerja dan belajar serbaguna

Model ini memakai platform AMD Ryzen AI dan memiliki kamera FHD IR dengan fitur pengenalan wajah. Pada varian lebih tinggi, kapasitasnya dapat mencapai RAM 32 GB DDR5 dan SSD 1 TB. Salah satu konfigurasi dengan Ryzen AI 5 340, RAM 16 GB, SSD 512 GB, dan layar WUXGA 14 inci tercantum sekitar Rp15.999.000.

M1407 dapat menjadi pilihan seimbang bagi mahasiswa, pekerja kantoran, dan pengguna rumahan yang membutuhkan laptop modern tanpa GPU diskret. Pastikan konfigurasi RAM dan SSD sesuai kebutuhan karena nama M1407 dapat mencakup lebih dari satu varian.

ASUS Vivobook S14 M3407 untuk mobilitas dan baterai lebih besar

Di marketplace, penawaran M3407 berada di kisaran sekitar Rp15,6 juta hingga Rp17 juta. Sebagian penawaran dapat melewati Rp18 juta sampai Rp20 juta, tergantung prosesor, jenis layar, RAM, SSD, aksesori, paket aplikasi, promosi, dan penjual. Karena itu, rentang tersebut bukan satu harga resmi untuk seluruh keluarga M3407.

M3407 layak dipertimbangkan jika Anda ingin kombinasi laptop tipis, baterai besar, dan layar OLED pada konfigurasi tertentu. Untuk penggunaan sehari-hari, perbedaan antara varian IPS dan OLED mungkin lebih penting daripada sekadar label Ryzen AI. Periksa panel layar dan kapasitas penyimpanan pada halaman produk yang dipilih.

ASUS Vivobook S14 S3407QA untuk pengguna Snapdragon

Konfigurasi RAM 16 GB dan SSD 512 GB pernah ditawarkan di marketplace sekitar Rp10.999.000. Sementara itu, varian OLED dengan SSD 1 TB berada di sekitar Rp16 juta hingga Rp18 juta. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memeriksa layar dan kapasitas SSD, bukan hanya nama S3407QA.

S3407QA cocok untuk pengguna yang membutuhkan laptop ringan dan tertarik pada efisiensi platform Snapdragon. Namun, sebelum membeli, pastikan aplikasi kerja, driver, perangkat printer, aksesori, dan software khusus yang digunakan kompatibel dengan Windows on ARM. Label Copilot+ PC tidak menjamin semua aplikasi desktop berjalan dengan cara yang sama seperti pada laptop Intel atau AMD.

ASUS Vivobook S14 S5452MA untuk laptop Intel yang sangat ringan

ASUS Vivobook S14 S5452MA merupakan model yang diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada 30 September 2026. Konfigurasi yang diketahui menggunakan Intel Core 7 Processor 350 dengan NPU, RAM 16 GB LPDDR5X, SSD 512 GB, serta layar IPS 14 inci beresolusi 1920 x 1200 dengan cakupan 100% sRGB.

Bobotnya sekitar 1,2 kg, dan port yang tersedia mencakup USB-C, USB-A, serta HDMI 2.1. Kombinasi bobot rendah, layar 100% sRGB, dan konektivitas yang cukup lengkap membuatnya menarik bagi pekerja mobile yang sering berpindah tempat atau melakukan presentasi.

Harga premier untuk konfigurasi tersebut adalah Rp19.299.000. Angka ini merupakan harga peluncuran, bukan jaminan harga pasar jangka panjang. Dibandingkan M1407, S5452MA lebih menekankan mobilitas premium; dibandingkan S3407QA, model ini menggunakan platform Intel sehingga pertimbangan kompatibilitas aplikasinya berbeda.

ASUS Vivobook Pro 15 OLED N6506 untuk grafis dan pekerjaan kreatif

Fitur lain yang ditawarkan mencakup ASUS DialPad, Dolby Atmos, dan sistem pendinginan IceCool Pro. Kapasitas RAM dapat mencapai 24 GB DDR5. Harga yang tercantum sekitar Rp23.999.000 untuk varian Intel Core Ultra 7 155H dan sekitar Rp27.999.000 untuk varian Intel Core Ultra 9 285H; keduanya menggunakan RTX 4050 dan layar OLED 3K.

N6506 lebih tepat bagi pengguna yang benar-benar memerlukan GPU diskret. Untuk mengetik, rapat daring, dan browsing, kemampuan RTX 4050 mungkin tidak memberikan manfaat sebanding dengan biaya tambahan serta bobot laptop yang biasanya lebih besar.

Apa yang harus diperiksa sebelum membeli ASUS Vivobook?

Mulailah dari aplikasi yang paling sering digunakan. Jika pekerjaan hanya mencakup Office, browser, komunikasi, dan streaming, Vivobook Go, Vivobook 14, atau Vivobook S14 sudah dapat memenuhi kebutuhan. Untuk mobilitas, perhatikan bobot dan kapasitas baterai. Untuk pekerjaan visual, cek cakupan warna, bukan hanya tulisan OLED. Untuk gaming atau rendering, pastikan laptop memiliki GPU diskret seperti RTX 4050.

Terakhir, bandingkan harga hanya pada konfigurasi yang setara. Ryzen atau Intel yang berbeda, RAM 16 GB versus 32 GB, SSD 512 GB versus 1 TB, serta layar IPS versus OLED dapat mengubah nilai sebuah penawaran secara signifikan. Dengan cara ini, Anda dapat memilih laptop ASUS Vivobook berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar nama seri atau harga terendah yang terlihat.

Scroll to Top