Memilih mouse Logitech tidak cukup hanya dengan melihat angka DPI. Kebutuhan untuk bekerja sambil berpindah tempat berbeda dari kebutuhan untuk mengedit dokumen dalam jumlah besar atau bermain game kompetitif. Logitech memiliki beberapa lini dengan karakter yang cukup jelas: Pebble M350 untuk mobilitas dan kerja senyap, Lift untuk ergonomi, MX Anywhere 3S untuk kerja premium dalam bodi ringkas, MX Master 3S untuk produktivitas, serta seri G untuk gaming.
Di Indonesia, harga juga berbeda menurut seri, varian, kanal penjualan, dan promosi. Beberapa angka di bawah ini merujuk pada harga resmi atau harga toko untuk varian tertentu, bukan patokan universal seluruh pasar.
Bagaimana memilih mouse Logitech sesuai kebutuhan?
| Model | Paling sesuai untuk | Fitur utama | Harga yang tercantum |
|---|---|---|---|
| Logitech Pebble M350 | Mobilitas dan kerja senyap | Bluetooth Low Energy, penerima USB, sensor optik 1000 DPI | Rp 489.000 di situs resmi Logitech Indonesia |
| Logitech Lift | Ergonomi untuk penggunaan harian | Desain vertikal, 400-4000 DPI | Rp 1.289.000 di toko resmi Logitech Indonesia |
| Logitech MX Anywhere 3S | Kerja mobile dan perjalanan | Sensor Darkfield, 200-8000 DPI | Rp 1.399.990 di toko resmi Logitech Indonesia |
| Logitech MX Master 3S | Produktivitas dan banyak perangkat | MagSpeed, roda tambahan, Flow, tiga perangkat | Berbeda menurut varian dan penjual |
| Logitech G304 | Gaming wireless yang lebih terjangkau | Sensor HERO, LIGHTSPEED, 200-12.000 DPI | Berbeda menurut toko dan promosi |
| Logitech G502 X PLUS | Gaming dengan banyak fitur | HERO 25K, LIGHTFORCE, RGB, POWERPLAY | Berbeda menurut toko dan promosi |
| Logitech G PRO X SUPERLIGHT | Gaming kompetitif dan bobot ringan | Sensor HERO atau HERO 2, LIGHTSPEED | Berbeda menurut generasi dan varian |
Bandingkan juga cara membaca harga sebelum menentukan pilihan.
Mouse Logitech untuk kerja mobile dan suasana yang tenang?
Logitech Pebble M350
Pebble M350 ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan bentuk tipis, mudah dibawa, dan suara klik yang lebih senyap. Model ini dapat terhubung melalui Bluetooth Low Energy atau penerima USB berukuran kecil, sehingga lebih fleksibel ketika digunakan bersama laptop yang memiliki jumlah port terbatas.
Sensor optiknya memiliki resolusi 1000 DPI. Angka ini cukup relevan untuk navigasi dokumen, browsing, pekerjaan administrasi, dan penggunaan laptop sehari-hari. Namun, Pebble M350 bukan pilihan yang diarahkan untuk gaming kompetitif atau pekerjaan yang memerlukan pengaturan tracking sangat luas.
Harga Rp 489.000 yang tercantum di situs resmi Logitech Indonesia dapat dijadikan acuan untuk unit baru pada kanal resmi. Harga marketplace bisa berbeda karena promosi, garansi, atau status penjual. Pilih Pebble M350 jika prioritas utama adalah portabilitas, koneksi ganda, dan penggunaan yang tidak mengganggu orang di sekitar.
Logitech Lift Vertical Ergonomic Mouse
Lift memakai bentuk vertikal yang memosisikan tangan lebih menyamping dibanding mouse konvensional. Desain seperti ini ditujukan untuk pengguna yang merasa posisi telapak atau pergelangan kurang nyaman ketika memakai mouse biasa dalam waktu lama. Adaptasi terhadap bentuk vertikal tetap membutuhkan waktu, terutama jika sebelumnya selalu menggunakan mouse datar.
Lift memiliki sensor Logitech Advanced Optical Tracking dengan rentang 400-4000 DPI. Rentang tersebut memadai untuk pekerjaan kantor, desain ringan, dan navigasi layar dengan tingkat kecepatan yang dapat disesuaikan. Model ini lebih tepat dinilai dari bentuk dan kenyamanan genggamannya, bukan dari angka DPI semata.
Dengan harga yang tercantum sebesar Rp 1.289.000 di toko resmi Logitech Indonesia, Lift berada di atas Pebble M350. Selisih tersebut terutama masuk akal bagi pengguna yang memang mencari pendekatan ergonomi vertikal, bukan sekadar mouse wireless dengan fungsi dasar.
Mana yang lebih tepat untuk produktivitas dan perjalanan?
Logitech MX Anywhere 3S
MX Anywhere 3S menggabungkan bodi ringkas dengan sensor Darkfield high precision. Rentang pengaturannya mencapai 200-8000 DPI. Kombinasi tersebut membuatnya lebih cocok untuk pengguna yang sering berpindah antara kantor, rumah, dan perjalanan, tetapi tetap menginginkan kontrol yang lebih premium daripada mouse ringkas dasar.
Keunggulan utamanya bukan hanya resolusi sensor. Bentuk yang mudah dibawa menjadi pertimbangan penting bagi pengguna laptop, sementara sensor Darkfield mendukung pemakaian pada lebih banyak jenis permukaan dibanding mouse kantor sederhana. Untuk kebutuhan kerja mobile, model ini menjadi titik tengah antara portabilitas dan fitur kelas atas.
Harga yang tercantum di toko resmi Logitech Indonesia adalah Rp 1.399.990. Nilai tersebut lebih tinggi daripada Pebble M350, tetapi pilihan ini ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan kemampuan sensor dan pengalaman kerja premium dalam ukuran yang tetap ringkas.
Logitech MX Master 3S
MX Master 3S lebih cocok untuk produktivitas intensif daripada penggunaan mobile minimalis. Model ini memiliki roda gulir MagSpeed, roda tambahan untuk fungsi tertentu, serta tombol kontekstual yang dapat disesuaikan. Dukungan hingga tiga perangkat dan fitur Flow juga membantu pengguna yang bekerja dengan beberapa komputer.
Personalisasi melalui aplikasi menjadi nilai penting karena fungsi tombol dapat disesuaikan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Misalnya, kebutuhan navigasi pada browser dapat berbeda dari pengaturan saat mengolah spreadsheet atau dokumen. Karena itu, MX Master 3S sebaiknya dipilih berdasarkan alur kerja, bukan sekadar membandingkan DPI dengan model lain.
MX Master 3S for Mac Pale Grey perlu dipisahkan dari MX Master 3S standar. Varian tersebut terlihat di Eraspace dengan harga Rp 1.565.000, tetapi angka itu hanya berlaku untuk varian for Mac berwarna Pale Grey pada penjual tersebut. Harga tersebut tidak boleh dianggap sebagai harga umum semua MX Master 3S.
Lihat panduan memilih produk agar spesifikasi sesuai dengan kebutuhan.
Mouse Logitech gaming mana yang sesuai?
Logitech G304
G304 merupakan pilihan yang lebih mudah dijangkau untuk gaming wireless. Model ini memakai sensor HERO dengan rentang 200-12.000 DPI dan koneksi LIGHTSPEED melalui penerima USB. Sumber yang tersedia tidak mengonfirmasi Bluetooth untuk G304, sehingga jangan memilih model ini dengan asumsi dapat terhubung langsung melalui Bluetooth.
G304 juga menggunakan satu baterai AA. Bagi sebagian pengguna, sistem ini praktis karena baterai dapat diganti tanpa menunggu proses pengisian. Bagi pengguna lain, mouse rechargeable mungkin terasa lebih nyaman. Pertimbangan tersebut lebih penting daripada sekadar melihat angka DPI.
G304 cocok untuk pemain yang ingin beralih dari mouse kabel ke wireless tanpa langsung masuk ke kelas harga premium. Pastikan nama model, garansi, dan isi paket diperiksa karena penamaan G304 dan G305 dapat berbeda menurut pasar, sementara artikel ini menggunakan nama G304 untuk konteks Indonesia.
Logitech G502 X PLUS
G502 X PLUS ditujukan untuk pemain yang menginginkan banyak fitur dan opsi konfigurasi. Model ini menggunakan sensor HERO 25K, switch hybrid LIGHTFORCE, pencahayaan LIGHTSYNC RGB, serta mendukung POWERPLAY. Kombinasi tersebut membuatnya lebih menonjol pada kustomisasi, pencahayaan, dan ekosistem aksesori.
G502 X PLUS bukan pilihan yang perlu diprioritaskan jika target utama adalah konstruksi seringan mungkin. Nilai model ini berada pada kelengkapan fungsi dan fleksibilitas pengaturan. Pemain yang menyukai banyak kontrol, pencahayaan RGB, dan integrasi dengan POWERPLAY akan lebih mudah memanfaatkan kelebihannya.
Logitech G PRO X SUPERLIGHT dan PRO X SUPERLIGHT 2 SE
Seri PRO X SUPERLIGHT berfokus pada gaming kompetitif dan konstruksi ringan. Koneksi wireless-nya menggunakan LIGHTSPEED, sedangkan sensor pada lini ini mencakup HERO atau HERO 2 bergantung pada generasi dan variannya. Untuk pemain esport, bobot dan respons koneksi biasanya lebih relevan daripada jumlah fitur tambahan seperti RGB atau banyak tombol.
PRO X SUPERLIGHT 2 SE menggunakan sensor HERO 2 dengan kemampuan hingga 44.000 DPI. Namun, polling rate perlu dibaca bersama konfigurasi penerimanya: penggunaan standar berada pada 1 kHz, sedangkan hingga 8 kHz memerlukan penerima PRO LIGHTSPEED tertentu. Jadi, angka 8 kHz bukan kondisi otomatis pada setiap konfigurasi.
Pilih PRO X SUPERLIGHT jika Anda mencari desain yang berfokus pada gerakan cepat dan bobot ringan. Pilih G502 X PLUS jika Anda lebih membutuhkan fitur, tombol, RGB, dan dukungan POWERPLAY. Sementara itu, G304 lebih rasional untuk memulai gaming wireless dengan anggaran yang lebih terkendali.
Apakah DPI menjadi penentu utama saat memilih mouse Logitech?
DPI hanya menunjukkan rentang sensitivitas sensor. DPI tinggi tidak otomatis berarti mouse lebih akurat atau lebih baik untuk semua pengguna. Untuk kerja kantor, kenyamanan bentuk, konektivitas, suara klik, dan ukuran lebih menentukan. Untuk produktivitas, jumlah kontrol dan dukungan beberapa perangkat bisa lebih berguna. Untuk gaming, bobot, bentuk, sensor, koneksi, dan konsistensi gerakan perlu dilihat bersama.
Dengan pendekatan tersebut, Pebble M350 paling masuk akal untuk mobilitas dan kerja senyap, Lift untuk pengguna yang mengutamakan bentuk vertikal, MX Anywhere 3S untuk produktivitas mobile, dan MX Master 3S untuk alur kerja dengan banyak fungsi. Di sisi gaming, G304 menekankan nilai, G502 X PLUS menekankan kelengkapan, sedangkan PRO X SUPERLIGHT menekankan bobot ringan dan orientasi kompetitif.